Skip to main content
Seminggu di kosan, dan ini kali pertama the gloomy phase strikes in. Everything seems like a pile of shit to me. Setelah tujuh hari kepewean, hari ke delapan ini adalah hari dimana gue udah pengen pindah kosan aja. Kenapa? INTERNET DAN SINYAL. Sebenernya internet kenceng-kenceng aja ini, tapi gak bisa konek ke iphone dan ipod. Blackberry gue, satu-satunya gadget yang (kadang-kadang) bersinyal, kemaren lcdnya rusak untuk yang keempat kalinya. Wastafel kamar mandi gue bocor dan ga di bener-benerin. I'm isolated once I got back to this place. It doesn't feel like home anymore. Satu-satunya yang bikin betah sama kosan ini cuma keempat teman w :( Orang tua gue setiap hari stres mau menghubungi gue, dan sekalinya gue keluar kosan, gue lagi acara kampus. Hahhh. Baru seminggu, tapi semua udah drift away. Ini saat dimana hal-hal yang lo takutin bakal terhapus waktu akhirnya bener-bener terhapus waktu, kayak hobi-hobi gue yang kebuang kemana au tiap ada acara pengenalan kampus etc. Gue tau sih bakal gitu, tapi "bakal gitu" itu sekarang udah di depan mata dan rasanya kea tae. Gue gatau kenapa mendadak uring-uringan...sampe tadi gue line temen gue yang keamanan OSKM bilang, "gue gak suka oskm hari ini, tanpa alasan" wakakakak. Moga doi ga lapor ke tapdis... I feel so fucked up and I don't know where to start and end this shit. Gue ngga homesick, karena memikirkan rumah nggak memberi efek apa-apa.

Entah apa korelasinya tapi tiba-tiba gue gamang dan ngerasa gue kurang diapresiasi. Dalam sektor apapun. Apresiasi memang nggak pernah boleh menjadi tujuan atau ujung suatu perbuatan, tapi itu yang membuat kita hidup in a way. Emagnya seenggak berdampaknya gitu gue sama orang-orang sampe apresiasi adalah hal yang jarang gue dapetin? Gue ngomong apa sih.

I dont have my diary here so i dont know where to spill this silly post HUHUHU SO LONG UNIVERSE

Comments

Popular posts from this blog

Frank Ocean’s Moon River on repeat as the shuttle drove further from the only place that smelled like home. I held my tears just like always, and it’s still streaming down my cheek -just like always.  There are things that you’ll never used to no matter how often you’ve get through it, like being fat, or having a bad grades, or going back to Bandung after a happy long weekend. I used to love Bandung, or probably still do, but now Bandung just feels like the pain I need to bear over and over again. You are okay You are okay You are okay Be okay joon, please?