Skip to main content

Robot?

Kamu dan mimpi. Mimpi dan kamu. Kamu dan mimpi-mimpi mu.

Tahun pada akhirnya akan habis terkikis, tapi gue: statis. Lebih dekat sama mimpi itu omong kosong, yang ada dihempas realita lagi, lagi, dan lagi. Mimpi yang paling baik adalah mimpi yang terpelihara, karena sebaik-baiknya mimpi adalah mimpi yang tetap menjadi mimpi.

Katanya sih harus percaya sebaliknya, bener gitu kan? Susah, sumpah. Perdebatan cuma ada dalam batin, karena cuma suara itu yang gue punya. Masalah konsep mimpi selalu jadi permainan otak paling kacrut. Karena kamu -karena kita- seharusnya hidup dari mimpi-mimpi itu kan?

Jadi, tolong, bisa bikin saya percaya lagi?

#ngomongapasiiii

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Frank Ocean’s Moon River on repeat as the shuttle drove further from the only place that smelled like home. I held my tears just like always, and it’s still streaming down my cheek -just like always.  There are things that you’ll never used to no matter how often you’ve get through it, like being fat, or having a bad grades, or going back to Bandung after a happy long weekend. I used to love Bandung, or probably still do, but now Bandung just feels like the pain I need to bear over and over again. You are okay You are okay You are okay Be okay joon, please?