Skip to main content

Yang Menunggu

"Kemarau pasti datang"
Ia kedinginan, menggigil karena basah kuyup
Juni hampir selesai
Ia kedinginan, bersamaan dengan cabai layu yang gagal panen

Sapardi bilang hujan yang turun bulan Juni hanya hujan rindu. Tapi bukan lagi rindu yang dibawa hujan deras yang turun dengan angkuh.
Yang ada cahaya rindu kemarau, yang menyelipkan secercah sinar rindunya lewat sela-sela awan mendung
Ia menyimpan harap, tiap kali cahaya itu berhasil terserap ke tulangnya yang kaku

"Kemarau pasti datang."
Ia berkata di sela-sela giginya yang bergemeratak

Kemarau tidak mau ditunggu, tahun ini kemarau akan ingkar janji

Ia menunggu, tidak risau badannya digerogoti hujan; yang ia butuhkan cuma menunggu
Serta keadilan yang diputuskan oleh waktu
Ia percaya setia akan menghadiahinya hangat tanpa akhir

Kemarau bersikeras, tahun ini ia harus ingkar
Juga tahun berikutnya

Ketika waktunya penghujan -tanpa kemarau kunjung hadir
Ia tidak akan marah
Rindu dan harapnya habis larut dibawa rintik hujan waktu kemarau
Setidaknya selama Juni belum datang

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Frank Ocean’s Moon River on repeat as the shuttle drove further from the only place that smelled like home. I held my tears just like always, and it’s still streaming down my cheek -just like always.  There are things that you’ll never used to no matter how often you’ve get through it, like being fat, or having a bad grades, or going back to Bandung after a happy long weekend. I used to love Bandung, or probably still do, but now Bandung just feels like the pain I need to bear over and over again. You are okay You are okay You are okay Be okay joon, please?