Skip to main content

Posts

The Kid Talks About Future

Udah cukup lama dari terakhir kali hari Jumat gue bener-bener merasa "Friday, I'm in Love", dan bukan, jelas bukan hari ini gue jatuh cinta sama hari Jumat. Oh man, this one is, Fri-i-feel-so-fucked-up-day. Ini masalah yang nggak bisa gue curhatin ke siapa-siapa, even my mom or my bffs. Kenapa? Karena ini semua urusan gue, dan hanya masalah gue menyikapinya, lagian udah mutlak dan ngga bisa diubah. Gue bingung gimana curhatnya berhubung ada beberapa hal yang gaboleh gue cantumin jadi pasti abstrak-_- Sebenernya gue akan tetep curhat di sini meskipun pasti jadinya ga jelas HAHA. Bukan, bukan soal galau jurusan lagi kok, seisi dunia juga tau kalo itu. Gue sekarang ada di batas antara masa sekarang dan masa depan, juga temen-temen gue yang lain. Agak-agak merinding ya setiap inget frase "nanti kalo aku udah gede..." dan "udah gede" means sekarang. Sekarang disaat lo mulai ngambil giant step dan membangun tumpukan domino masa depan dengan bener-bener mate...

Mixtape: Random Tracks To Get Through The Day

Jadi ceritanya lagi bengong disela-sela belajar try out dan mantengin perkembangan banjir, terus ngayal kalo tiba-tiba diminta ngisi artikel "Mixtape" di NYLON, yaudah langsung deh iseng menerjemahkan playlist ke dalam kata-kata pendek ini. Isinya 10 track yang selalu setia menemani saya di hari-hari pertama semester klimaks di SMA, nggak segenre dan satu mood, cuma lagu-lagu random yang terasa tepat aja. (Kenapa jadi pake 'saya'? Mungkin lagi kangen kader entahlah.) Here it goes~ The Hill - Bombay Bicycle Club Entah matahari atau hujan deras yang menyapa pagi, yang jelas telinga saya paling gemar disambut oleh lagu ini di pagi hari. Outro - M83 Paling mantep dengerin lagu ini ketika tepat sebelum tertidur dan kedua mata terpejam. Langsung terbentuk imaji seakan saya sedang berlari di tanah lapang yang hijau pada akhir sebuah scene film, berlari, kepada sebuah penyelesaian yang menunggu di ujung tanah lapang itu. "Outro" banget ya? Ohiya dan kata-kata "...

(Another) Year End Post

"Don't cry because it's over, smile because it happened." Bleh. That's probably one of the most over-tweeted cliche-teenage-phrase that I've ever read. Terlalu optimis kadang malah bikin segalanya terdengar lebih pathetic, be true sedikit lah, lo mau tersenyum atas berakhirnya hidup seseorang karena, "yaa untung lah dia pernah idup :)"? Oke terlalu ekstrim, but you got the point. 'Tho, too pesimistic isn't a good thing either. Solusinya? Ada yang bilang jangan selalu melihat ke belakang, tapi tetap aja -mengutip Sarah Deshita lewat omnibus Memoritmo-  what kind of heart doesn't look back ? That's super true. But in my own case people wud say to me, "what kind of person always looks back?!" Hahaha. Berhubung udah tanggal 30, just like what I always did, I decided to post some recount about what had been going on this past 11 months. Karena di akhir adalah waktu paling lazim dan normal untuk melihat ke belakang (alibi). T...

(not really a review, review) Gossamer: Passion Pit in Paradox

Recommended tracks: Constant Conversations, Take A Walk, I'll Be Alright, It's Not My Fault I'm Happy, On My Way, Hideaway, and all the rest lol. Gue ngga tau ini cuma gue atau semua orang punya kebiasaan yang sama, jadi setiap gue nunggu-nunggu suatu album release, pasti saat-saat waktu sebelum gue ngeklik play streaming online rasanya deg-degan banget and at some point I held my breath so deeply (?) Nah Gossamer ini salah satunya, sejak kecanduan Take a Walk pas Juni akhir, akhirnya pas bulan Juli associate editornya Nylon ngetweet abis dengerin full albumnya yang katanya epic abis. Jadilah gue membajak lewat internet terlebih dulu. And there I sat in front of my laptop, deg-degan meskipun nggak sedeg-degan pas #valtarihour, and click play. Dan...sepertinya yang udah gue koar-koarkan di akun twitter gue, they are always as great as they have ever been. Masih pumping happy electropop banget. Karena itu masih hawa liburan gue yang single dan pengangguran ini iseng pe...

The Suburbs

Different time In the suburbs This time I come with silence Keeping the rhymes of honking horns Paradoxically filled the air Same heat of the sun, only denser I might run into you here, somewhere down the street And make fun about how the governor rule this place But I could barely looked outside my window Without sorrows of how your eyes may look at me From somewhere across the street Because this time we're all new This paranoia inside my lungs was somehow never there And you wasn't unlikely ignorant The traffic is as crazy as it was 'tho You used to cherished it and still came up with those passionate conversations All I got now is a back pain, seriously Funny it all went unfamiliar The crowd in your neighbourhood hasn't been changed But the thoughts of what I might found there is somehow different I was tending to leave and felt fine Before I asked myself those questions Am I imagined you all along? Cycling down the suburban road, listen to ha...

Somebody that I used to know?

God I can't imagine I just titled my blog post with that Gotye's punchline like some insecure adolescent on twitter that refers to their ex or sumthin. I don't even have an ex nor boyf. Okay so that's the difference. I can't believe myself that cliché phrase is somehow meant a thing to me. -_- Senin dua minggu lalu -jangan tanya kenapa gue sampe inget waktunya- abis capek-capek kejebak macet pulang dari inten dan buka di jalan, pas makan malem, kayak biasa keluarga gue yang cerewet ngobrol terusss. Dan seperti biasa juga topik nggak jauh-jauh dari temen-temen gue / kakak gue. Yang gak biasa? Hari itu nyokap nanyain sesuatu tentang temen lama, yang -for heaven's sake- gue gatau kabarnya sama sekali sekarang. Gue bete, karena pertanyaan nyokap simpel dan general, tapi gue nggak bisa jawab selain ngomong "tau deh." Kayak semacam abg labil gue minggat dari meja makan secara smooth, nggak lari dengan dramatis (padahal ga ada yang peduli juga tis). Abis so...

So-called Holiday. Yawn.

Behold, fasten your seat belt, cause it's d-4 of......senior year. SAY WHAAAADDD. Horor coy... Selalu deg-degan sendiri ya bayanginnya, tapi mau gimana lagi :') udah di depan mata. Harus ambis nih, biarpun gue nggak ngerti gimana caranya jadi ambis, biarpun mau seambis apapun rapot semester 3&4 udah terlalu hopeless buat undangan, tapi yaudah lah ya. Dan gue masih bingung mau akuntansi, manajemen, atau teknik industri. Dan bingung kenapa pilihan gue susah semua huakaka. Nih ya kalo fti itb misalkan 100% undangan berarti gue tinggal backroll ke empang, berarti gue cuma bisa milih fakultas yang ada mandirinya since tertulis udah nggak ada. Masalahnya lagi minat gue kepecah di ipa dan ips, padahal gue ga bakal kuat ipc, dan dua-duanya fakultas favorit. Pokoknya gue cuma sanggup ipa atau ips murni. Berarti mesti mantepin salah satu dari itu... Parbet senin udah kelas 3 tapi arah idup masih gajelas. Istikharah deh... Bismillah. Anywaysss daripada stres sebelum waktunya (pa...