Skip to main content

(Another) Year End Post

"Don't cry because it's over, smile because it happened."
Bleh. That's probably one of the most over-tweeted cliche-teenage-phrase that I've ever read.

Terlalu optimis kadang malah bikin segalanya terdengar lebih pathetic, be true sedikit lah, lo mau tersenyum atas berakhirnya hidup seseorang karena, "yaa untung lah dia pernah idup :)"? Oke terlalu ekstrim, but you got the point. 'Tho, too pesimistic isn't a good thing either. Solusinya? Ada yang bilang jangan selalu melihat ke belakang, tapi tetap aja -mengutip Sarah Deshita lewat omnibus Memoritmo- what kind of heart doesn't look back? That's super true. But in my own case people wud say to me, "what kind of person always looks back?!" Hahaha.

Berhubung udah tanggal 30, just like what I always did, I decided to post some recount about what had been going on this past 11 months. Karena di akhir adalah waktu paling lazim dan normal untuk melihat ke belakang (alibi). There was so much going on yet it seemed like a year wasn't really as long as a year should be, kayak baru banget naik kelas 12, eh taunya minggu depan udah smt2, sicko!

Tahun ini buat gue adalah periode dimana banyak permulaan yang baru terjadi dan di sisi lain juga waktu beberapa hal berakhir, memories earned lessons learned things figured, meskipun kalo liat private blog ya isi 28/36 posts tahun ini topiknya sama (exc. songs and poems that related to it haha). What a waste of a year... Tapi gue harap sih lebih dari teenage-shitty-issue yang terlalu menjamur itu yaa seperti yang gue bilang tadi: memories earned lessons learned

dan dari ratusan foto mosaik ini arza sang dementor tetep paling mencolok...
.

Agaetis Byrjun
Itu persis judul postingan pertama gue taun 2012 (bukan di blog ini), judul album/single-nya Sigur Ros yang artinya: The Good Beginning. Wakaka betapa optimisnya gue. Atmosfernya persis kayak sekarang kan tuh, lovely rainy wheather. Meskipun setelahnya jauh dari kata itu, tapi awal taun 2012 tetep momen-momen paling menggembirakan buat gue, mungkin akan berlaku dalam timespan yang lumayan lama, mungkin aja kan who knows. 
Jamannya nonton The People's Party sama Foster The People, lumayan banyak undangan hajatan 17an wakak, terus jamannya hura-hura gabut kelas 11 yang kerjaannya ke sekolah cuma setor muka-absen-ngobrol-main ipad-(ehem) liat-liat 'pemandangan' sebelum pada lulus-jajan ke koperasi-ngegosip, ah pokoknya nggak pernah deh tuh meratiin pelajaran selain matematika Bu Pur dan selalu kalangkabut kalo tf udah di depan mata hahaha, terus kalo ngerjain pr selalu sebelum bel tadarus. Jaman-jaman gue punya aja waktu buat nulis, entah draft-draft yang nggak kelar itu ataupun dikejar deadline takitri, huwee I miss those :') 
It was a period of time when I felt so blessed and everything seemed so right, it even might be the first and only time when reality finally better than dreams and, once again, everything felt so right. You know those times when everything you did felt right, when every step you took felt so light, and pop songs finally makes sense? Bagi gue itu masanya. I'm sure you can guess what was going on during that period haha. Gue emang sedangkal itu rupanya...namanya juga remaja yegak wkwk.

Lost #ea
Lalu tai pun kembali terlihat seperti tai.
Ups pardon my French. Nggak lama setelah itu hari-hari gue dihujani pertanyaan "adek kenapa?" dan tiap hari ada aja orang yang pengen gue telen. Masa-masa baru ngerti kalo perfection itu beneran ada tapi bentaaaar banget. Rasanya pengen marah tapi gatau siapa yang salah. Shock kayaknya gue gara-gara semua mendadak ilanglanglang tanpa permisi jderjder. Mendadak gue jadi vulnerable abis sampe jijay markijay sendiri ngingetnya, terus udah reality ngga indah, tidur pun nightmare wakakaka. Berakhirnya masa jabatan di takitri my baby huhu. Udah gitu the shittiest of all, got rejected from one of my little dream: magang di Kompas. Bro udah ke tahap wawancara bro...trs dilepeh mentah-mentah gara-gara jadwalnya ga sesuai haftt I cried so hard alay ngetz... Ah jadi pengen nangis lagi. Tapi disamping itu pertengahan 2012 bagus kok, banyak libur karena kelas 12nya ujian macem-macem jadi hedon lagi deh :'D Liburan ke bandung berempat sama aysha arza acid terus ke Bali sama acid aysha (yang bikin gagal magang)~ Dopeee. Oh terus Nadik dapet Arsi UI wihuw. Abis itu juga kelas 11 lagi solid-solidnya ah sayang ipa i bgt lahh apalagi waktu FB8 ASC. Itu kayak "mono no aware" (frase jepang, males jelasin) kelas 11 gitu, yang sepertinya juga menandai akhir dari kebahagiaan masa SMA gitu bro... syo syad. Ah kangen kelas 11 dan Bali banget jadinya.

Outro
*lagu M83 berkumandang*
Nah iya gitu kayanya semakin ke akhir taun ritmenya sama kayak Outro-nya M83 datar...terus naik karena mono no aware lagi.
Mulai kelas 12, hidup cuma diisi kata bimbel dan belajar, terus mau ikutan ambis tapi selalu nggak bisa :'D Idup jadi semonoton itu: Try Out inten, TO at home seminggu, progress 1-2 minggu, TO lagi, dan diulang... Apa ya kayaknya emang gitu doang. Lalu hari-hari gue dipenuhi perdebatan "mau masuk mana" sama orang tua gue, "Mama maunya kamu ekonomi! tapi terserah kamu..." "Aku mau komas..." "Hah? Ga salah? Ngapain kamu lalalahoek" "Yaudah psikologi" "kamu kan terlalu perasa mana bisa lalalala" pffft yea rite 'terserah kamu'. Anyway, pasti atas kehendak-Nya juga gue masuk jurusan yang terbaik kan. Terus di akhir-akhir tahun ini gue (lagi-lagi) melewati kegagalan aha aha aha. Jadi ada lomba music journalism dari FEUI kalo menang dimuat di NYLON dan internship disana. Gila ini mah mimpi diatas mimpi. Kalo lo tanya kenapa gue lebih memuja NYLON daripada kompas jawabanya sesimpel "because they write their soul into it". Lebih paittt daripada ditolak cowo kali ye meskipun gue ga nangis sih kali ini....yaudahlah emang kemampuan gue belom seberapa.


Mungkin 2012 gue sangatlah datar dibanding 2012 anda-anda semua yang lagi baca, tapi percaya atau ngga 2012 beneran bikin gue belajar banyak. Yang gue yakin by the time the clock hits 00.00 in 2013 gue yakin gue udah lebih dewasa dari tahun lalu, pede kan gue. Dan banyak pelajaran idup *cailah* yang nggak bisa gue tulisin semua disini. Dua pelajaran yang paling besar dari tahun ini: 1.  Mimpi itu ada untuk dikejar, meskipun tahun ini belum berhasil bukan berarti gue loser. Someone taught me so much about dreams, dan yang gue tau kuncinya adalah kita harus berani; menghadapi kegagalan dan hal-hal lain menuju mimpi itu dan jangan menyerah kalo kata D'Masiv. 2. Dan yang nggak kalah penting adalah, meskipun dalam satu tahun ini banyak banget perubahan dalam hidup gue dan seberapa banyak pun orang yang walk in and walk out from my life, there'll always be these people who sticks around no matter what and how. And I love you guys so much ({})

And in the end of this post -in contrary of what I said in the prologue- I want to say that, rather than keep regretting the past and cry because it ends, in the end the only thing we'd better do is smile, no matter how cliche it sounds~

I SURVIVED 2012 AND HAPPY NEW YEAR!

Comments

  1. ykw tisy i really like the way you blog T u T enak banget baca tulisan lo!!

    ReplyDelete
  2. hehehe thank you cannnnnn :* :$

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Only Ones Who Know

"Hey don't cry..." He said. "I can't stand seeing you this way."   "I'm sorry, I'm just being stupid." I laughed it off but tears still streaming down my cheek.  He then embraced me so tightly.  "It's going to be okay," he whispered, "you are one strong independent woman, right?" "I am not when you're around tho... You said it yourself." "But I won't be around anymore..." his voice was so soft like a whispering wind on the grass, as if he tried so hard for me not to hear it but in a way still wants me to hear it. "I know." I grab his sleeves, resting my head on his chest -can't stand looking into his eyes anymore. He pushed me gently, lift my head, lean down, and kissed my forehead. "I'm gonna miss these cheeks," he then kissed both side of my cheeks. He looked me right in the eye and said, "and this lips..." I clos...
The Engineering Economic Analysis book is wide open right beside me. But I can't help to get distracted by the empty ceiling above me, and anxiously rechecking my LINE notifications over and over again. I don't know since when Payung Teduh's Kita Adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tidak Pernah Diikhlaskan can hurt this bad, it's not the lyrics, it's just the sorrow from this song. Well not exactly hurt, but it burns my chest, and this anxiety can't stop bugging me. Here's the thing about me: I worried WAY too much. I went to his house today. I worried all night yesterday, tho I know he'll be fine and his parents have had took a really good care of him. But still, the only thing I knew this morning is that I really need to see him. And there he was on his bed, smiling in excitement when he finally saw me, it's the moment of clarity that I swear to God was the best thing I could feel in a while. His fever was so bad this afternoon when was sleeping, ...

Either Way

"Tell me your three most vivid memories." you asked me that night.  We were only started talking for a few weeks that time. I remember telling you the boring stories from my childhood and the life-changing moment of finally watching Coldplay live, because let's be honest, my memory sucked --unless it involved something that triggered my emotions deeply. When it was your turn, you told me those great moments of your life when you live abroad and that one holiday where you drove Fiat Panda in Mallorca. I always love how you told your stories; simple yet very detailed and thorough -just like how you report your analysis at work. That night, I secretly wished that one day I would be in one of those memories that lingers so vividly in your head. But yeah, no chance, right? The only picture of us together was that one where the coffee shop owner took our photo secretly and sent it over to my friend, the one where my face is all covered with my hair. And everything I write about...

DCMBRRR

Gue juga nggak tau kenapa postingan akhir tahun ada lebih dulu ketimbang postingan akhir bulan, whatever tho, it's still December anyway :)) Desember nggak selalu menjadi bulan favorit gue, karena kadang Desember bisa serasa di lagu Violet Hill ( it was long and dark December ) atau terasa perih tapi penuh harap versinya Efek Rumah Kaca. Ya meskipun ada masanya enek belajar uts kimia, enek liat index mafiki yang kurang indah, keujanan, kena becek, menggigil pas lagi wawancara di selasar, gagal syuting outdoor, dan beberapa duka lainnya, Desember kali ini: dingin dan menyenangkan! Lebih tepatnya Bandung di bulan Desember sih... Pertama kalinya bisa menikmati Bandung dan merasa hidup di Bandung -bukannya numpang tidur dan kuliah doang- ya di bulan Desember ini. Meskipun masih ada uts dan uas tapi yang penting masa belajar efektif kuliah selesai, jadi abis uts kimia kerjaannya cuma syuting - wawancara - nyelasar - ngehedon - bengong. Buat temen-temen yang begitu ujian kelar langsu...

Somebody that I used to know?

God I can't imagine I just titled my blog post with that Gotye's punchline like some insecure adolescent on twitter that refers to their ex or sumthin. I don't even have an ex nor boyf. Okay so that's the difference. I can't believe myself that cliché phrase is somehow meant a thing to me. -_- Senin dua minggu lalu -jangan tanya kenapa gue sampe inget waktunya- abis capek-capek kejebak macet pulang dari inten dan buka di jalan, pas makan malem, kayak biasa keluarga gue yang cerewet ngobrol terusss. Dan seperti biasa juga topik nggak jauh-jauh dari temen-temen gue / kakak gue. Yang gak biasa? Hari itu nyokap nanyain sesuatu tentang temen lama, yang -for heaven's sake- gue gatau kabarnya sama sekali sekarang. Gue bete, karena pertanyaan nyokap simpel dan general, tapi gue nggak bisa jawab selain ngomong "tau deh." Kayak semacam abg labil gue minggat dari meja makan secara smooth, nggak lari dengan dramatis (padahal ga ada yang peduli juga tis). Abis so...

Thermodynamics

I could spend all day watching you smile and listen to your stories because that's when everything finally felt right again. I'll be talking to you all day discussing silly million ideas to spend our holiday because I love how it makes me feel. I'll be at my room by the end of the day, figuring some thermodynamics shit while listening to your mixtape, and feel perfectly fine about the world. I wish it could go on this way everyday :p

Sedikit Tentang Patah Hati

Dia menyalakan lagi rokoknya, entah rokok keberapa yang telah ia hisap setelah kami duduk di tempat ini. Matanya lelah. dan penuh kebingungan, serta tersirat juga kesedihan di sana pun sesekali ia tersenyum (yang tetap saja getir) ditengah ceritanya yang menggebu. Aku menenggak kopiku, lalu sesekali mengangguk, dan terus mengulangi kedua hal itu hingga dia akhirnya bertanya, "Gue harus apa?". Itu mungkin sudah kesepuluh kali ia melontarkan pertanyaan yang sama, mungkin lebih banyak dari rokok yang telah ia bakar, entahlah, aku sudah menyerah menghitung keduanya. Dan karena sebelum-sebelumnya jawabanku terus ia sanggah, kali ini pertanyaan itu kubiarkan menguap saja bersama asap rokoknya. Retoris, mungkin ia tidak sadar. Aku hanya menatapnya dengan segala empati yang masih kumiliki. Kemudian benar saja, ia kembali berbicara dan mengeluh lagi. Cerita yang telah ia ceritakan berkali-kali dengan frase-frase berbeda, yang sialnya buatku jadi hafal lebih dari materi-materi kuli...

UTS Special: Comforting Sounds Mixtape

Besok uts PRD dan sempet-sempetnya posting ginian meheheh gara-gara udah cabut demi belajar prd+mat tadi siang supaya malemnya bisa hearing, terus hearingnya di cancel *ba dum tss*. So let's just make it quick, and these are the list of songs you wish to hear in this most hectic period of the semester, enjoy! Happy (Pharrell Williams) Sulit untuk nggak senyum atau minimal nodding your head setiap kali denger lagu ini, yang selalu ngingetin kita untuk merasa senang ditambah campaign 24hoursofhappiness.com yang uber-awesome! Clap along if you know what happiness is to you :):) Með Suð Í Eyrum (Sigur Ros) Biarpun Sigur Ros udah ngeluarin dua album setelah album ini (yang bau-bau dark semua emang), sampai kapan pun lagu ini dan Gobbledigook bakal selalu jadi Sigur Ros' most cheerful songs. This song will always be your ice cream under the too shiny sun. This Too Shall Pass (OK Go) Pertemuan gue dengan lagu ini adalah waktu lagi ke mcd hampir tengah malem setelah ha...

Anthozoa, Robot, dan Korelasi Maksa

Heavy, heavy rain outside. Saya habis bales dendam tidur siang 4 jam, dan setelah lama-lama bengong sambil dengerin Bands Of Horses - The Funeral berulang-ulang akhirnya memutuskan lari ke sini, too much thoughts. Semua titik balik maupun titik awal hidup saya akan terjadi dua-tiga bulan dari sekarang, dan seperti seorang pecundang, tiap hari saya ketakutan. Malu-maluin. I've set my goals, okay, in fact there's five plans (plan A-E) I've written down, tapi peluangnya memang cuma sampe SIMAK UI. Semua orang bilang, percaya sama diri sendiri, tapi emang itu cukup? Kadang saya takut sebanyak apapun rencana itu adalah rencana-rencana yang salah, saya tau pada akhirnya Tuhan yang menentukan jalan hidup saya, tapi ketidaktauan tentang dimana diri saya nantinya dua bulan dari sekarang aja bikin (agak) frustrasi. Sebenernya sekarang bukannya saya mau ngeluh lagi tentang betapa susahnya tryout-tryout Inten dan gimana nama saya nggak kunjung naik ke seenggaknya tiga lembar pertama, y...

[Untitled]

Love is just a game, they said Hell, life IS just a game Running, stumbling, falling Looking for something makes sense We live in a classic magic trick Silly hallucinations, invading our lungs We respire the oxygen of nonsense Each breathe makes us sick So tell me, is this why this called a game? No fun, no glory Losing, the only choice we had That's why they call me loser Keep on losing, keep on losing You're an illusion in my daydream Stood in front of silent promises Where there's nothing for me to earn Wake me up, let me run the night You gave me summer under the pouring rain You taught me to be wise while you brought the childhood senses back It was so great, it was so great So untrue, so fast Was it ever there? Or am I hallucinating What to earn, what to believe Sorry I'm clueless So fool me no more Or taught me to be reckless instead Don't meet me halfway Meet me where the path ends Or we could start all over again Life is f...