Skip to main content
Pada musim hujan yang datang ketika bukan waktunya musim hujan -sehingga payung dan sendal saya kaget kemudian jebol- bagaimanapun itu kamu datang, meski kadang atas sebuah pinta. Bukan, bukan sebagai jawaban (karena entah bagaimana kamu nampak begitu enggan), bukan si pemberi payung apalagi repot-repot menjadi payung. Kedatanganmu biasanya adalah sebuah pesan, kadang pesanmu merujukku ke tempat yang menyediakan payung, dan kadang lagi kamu akan berpesan untuk mengingatkan; kalau bukan payung yang sebenarnya aku cari.

Begitu saja cukup,
untuk sekarang.

Ya, kan?

Sana payungi dia sebelum kebasahan dan payungmu nganggur terus-terusan.

Comments

Popular posts from this blog

Frank Ocean’s Moon River on repeat as the shuttle drove further from the only place that smelled like home. I held my tears just like always, and it’s still streaming down my cheek -just like always.  There are things that you’ll never used to no matter how often you’ve get through it, like being fat, or having a bad grades, or going back to Bandung after a happy long weekend. I used to love Bandung, or probably still do, but now Bandung just feels like the pain I need to bear over and over again. You are okay You are okay You are okay Be okay joon, please?