Skip to main content

Tentang Konspirasi Semesta (lagi)

Masih cinta pisang dan berbagai produk olahannya meskipun akhir-akhir ini membiarkan dua sisir pisang membusuk, masih takut ayam, masih mimpi bisa nerbitin buku, masih benci rokok dan bukan perokoknya, masih tergila-gila sama Coldplay, dan masih si gooey romantic yang memuja konspirasi semesta.

Gue pernah berubah? Mungkin. Cuma orang lain yang bisa menilai kan? Lingkungan gue dan orang-orang di sekitar gue memang jelas berubah, in both good and bad way, tapi gue harap hal-hal yang mendasari diri gue ngga akan berubah. Because then, I won't recognize my own self anymore.

Beberapa minggu lalu gue ikut psikotest sama Uti dan Arza, terus ada bagian dimana kita harus nulis minimal 20 pernyataan tentang diri kita di atas kertas burem. Oh tenang, gue nggak seaneh itu buat nulis "saya cinta pisang" di atas kertas psikotest gue kok, tapi gue beneran nulis hal-hal tentang mimpi gue dan juga konspirasi semesta hahaha. Arza sama Uti cuma ketawa-ketawa aja konspirasi semesta pake dibawa-bawa ke psikotest, tapi emang bagi gue poin itu emang udah melekat sama psikis gue makanya gue tulis (?)

Gue bukannya ngga percaya yang namanya kebetulan, tapi gue yakin tiap kebetulan kecil itu adalah potongan fragmen yang nggak bisa lepas satu sama lain dan pada akhirnya membentuk sesuatu di masa depan sewaktu waktunya tepat. Entah itu cosmic joke yang bikin lo pengen mengumpat sambil liat ke langit atau kejutan manis yang selama ini direncanakan semesta. Doesn't it always give you that goosebumps everytime you think of how this universe works? Tentang takdir dan domino effect yang kita bangun tiap hari. Seperti misalnya, suatu pasangan nggak akan menikah atau bahkan sekedar ketemu kalau dokter gigi langganan salah satu dari mereka lagi umroh jadi harus pindah dokter gigi terus ketemu (???) Well whatever, you got my point.

Mungkin kadang-kadang kita lupa dan sibuk misuh-misuh kalau segala sesuatu nggak berjalan sesuai rencana kita, lupa kalau rencana Tuhan nggak selalu sejalan sama kita dan rencana-Nya selalu yang terbaik.

Kan mulai gajelas intinya apa-_- yang jelas saya sangat mencintai bagaimana semesta mengkonspirasikan segala sesuatunya dengan sangat rapih dan dengan cara-cara termisteriusnya.

Dan meskipun belum selesai, cerita tentang bagaimana semesta berkonspirasi kepada kita adalah cerita konspirasi semesta favorit saya sejauh ini.


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Comments

Popular posts from this blog

UTS Special: Comforting Sounds Mixtape

Besok uts PRD dan sempet-sempetnya posting ginian meheheh gara-gara udah cabut demi belajar prd+mat tadi siang supaya malemnya bisa hearing, terus hearingnya di cancel *ba dum tss*. So let's just make it quick, and these are the list of songs you wish to hear in this most hectic period of the semester, enjoy! Happy (Pharrell Williams) Sulit untuk nggak senyum atau minimal nodding your head setiap kali denger lagu ini, yang selalu ngingetin kita untuk merasa senang ditambah campaign 24hoursofhappiness.com yang uber-awesome! Clap along if you know what happiness is to you :):) Með Suð Í Eyrum (Sigur Ros) Biarpun Sigur Ros udah ngeluarin dua album setelah album ini (yang bau-bau dark semua emang), sampai kapan pun lagu ini dan Gobbledigook bakal selalu jadi Sigur Ros' most cheerful songs. This song will always be your ice cream under the too shiny sun. This Too Shall Pass (OK Go) Pertemuan gue dengan lagu ini adalah waktu lagi ke mcd hampir tengah malem setelah ha...

Is this it?

Have you ever did a real bad thing in your life and live with a constant guilt afterwards, that you thought every single bad thing that keeps happening to you is just the way of universe punishing you -and that you deserve every tiny part of the pain? I can't really recall when was the first time I start living with this horrible mindset weighing me, but it does took me months of repetitive small unnecessary breakdowns to finally losing it last night and cry the shit out over The Strokes' Is This It -alone in my hotel room, thinking I am so done with universe punishing me and shit. I snapped last night and when I was finally too tired to continue crying, I thought to myself that maybe universe was actually never that evil, maybe I did this to myself, maybe the things that break me are just a product of my own belief -believing that I need to suffer from every cosmic surprise that went south from my own expectation and immediately perceiving it as another form of life punishme...