Skip to main content

Posts

Crystallized

It's the moment that I've been waiting all week; to sit under the cold but comfy breezy night, with a glass of ice mocca for me and a glass of cold brew for you after a long hot day, The Adams song playing soft in the background, and I find myself flustered by the sparks on your eyes as you preach about fast cars. Baby it's a therapy, one that shook all the frustration away. Even if it's only in my head, I wish I could crystallized every beat.

Saat-Saat Rindu Bandung

Dibanding orang-orang lainnya di lingkaran saya, agaknya saya termasuk yang paling mudah dan seringkali merindukan Jakarta ketika lagi di Bandung. Tapi hari ini, menit-menit menuju magrib dan terjebak macet di tengah-tengah tol naik uber, saya bersumpah tidak pernah merindukan Bandung lebih daripada ini.  "Bandung kan juga macet." Setidaknya tidak pernah seumur hidup saya di Bandung, macet 21km penuh tanpa ampun. Dan setidaknya saya timggal di Dago, sehingga semacet-macetnya tetap tidak perlu menempuh 21km untuk buka puasa. Nonsense sih karena saya ngga tau rasanya KP di Bandung hahaha. Tapi KP di Sunter adalah mimpi buruk (kalau rumah kalian di Kramat Jati).  Selamat berbuka! -dari atas Wiyoto Wiyono dengan pantat hampir rata
I'm sick of people throwing their shits at me  As if they're the mightiest creature that God have ever created As if they have their rights, to look low on people I wish you all suffer From all the pain you're causing me Later in your shitty life

Jakarta

Hujan buatmu rindu, Rindu yang sebatas luka dan doa, Yang perihnya masih sama Ada proyeksi bayang semu, dari ingatan yang kian usang -namun tak kunjung lekang, pada sudut kota yang pernah kamu tinggalkan Pada dinding-dinding kaca itu tersimpan Percakapan tentang mimpi-mimpi yang kita umbar Yang kini telah menguap Dan terlepas dari segenggam angan Kepada kota ini kamu pulang, Kepada kota ini kamu hilang

Bedroom Sadness #2

All the pop music won't help Past the time that runs so slowly And lingers around your neck,  Time took your breath away, It took your breath away - - With chapped lips, Singing the tantrums Of Piledriver Waltz You wished you could disappear - - You're dying for the wounds Which you can visually see Because unlike what's inside you, You can watch it slowly healed

Wheeze

Soon, All the Tingling butterflies, Sparkling eyes, Warm laughters, Impulsive trips, Random places, Little surprises, Soon be gone, As the words that's fading, And washed away, From your mind, Slowly, Leaving me, Slowly, Not surely, Rather unsure, Fading, Not sure, Of the feeling, You don't say, No more, Or this feeling, You aren't able, To read, And fail, To even understand, ... .. .
Tau yang lebih buruk dari sendirian, kehujanan, naik angkot, sendal jebol, dan payung rusak? Well let me tell you: Kehujanan, kejebak macet padahal praktikum tinggal 10 menit lagi, sepatu kerendem air, payung kebalik, TP basah, terlambat masuk praktikum, have to wear your soaking wet shoes pants and clothes for 4 hours, menunggu orang yang berjanji menemani makan tapi php setelah 2 jam lebih, celana yang baru dibeli ilang dan ga ada yang mau tanggung jawab, belum makan selama 14 jam terakhir. Itu, itu yang terburuk. Jadi makasih sudah mengambil andil dalam hari terburuk sedunia!