Skip to main content

Dan Terakhir

Ada bercak air di langit-langit kamar kosan saya yang menjadi satu-satunya pusat penglihatan (selain layar hp) sementara pendengaran saya khusyuk pada alunan Suck It and See. Entah sejak kapan bercak itu menjadi hiasan di sana. Kemudian ada juga bercak di solar plexus saya -mungkin- karena saya yakin hepar dan jantung saya benar-benar normal, bercak atau apapun yang menjadikan saya tidak utuh, dan menggerogoti saya entah sejak kapan juga. Saya khawatir atap kamar saya ini suatu saat runtuh, begitupun saya khawatir diri saya tidak akan kembali utuh.

Kemarin lalu, untuk pertama kalinya, saya ingin sekali melakukan suatu hal itu dengan benar. Tapi bukan kebenaran atau realisasi dari manusia lain untuk menjadikan hidup seseorang lengkap, atau minimal cukup. Menjadi benar tidak pernah menjadi jawaban, terlebih lagi ketika definisi 'benar' itu pada dasarnya abstrak. Dulu saya percaya keterbatasan saya ada pada kemampuan saya melakukan suatu hal itu dengan benar, hal yang selalu memagari saya. Tapi ketika saya benar pun, saya salah. Saya hanyalah sebuah kunci konvensional yang dipaksa membuka pintu berbasis kartu, tidak peduli diasah seperti apa. Kali ini saya tau saya tidak salah, semua sudah saya lakukan dengan benar -saya yakin. Sekali lagi, kali ini kebenaran saya itu tidak lah cukup.

Saya masih di kotak yang sama, benar tidak membawa saya kemana pun. Ketidakutuhan kembali menggerogoti saya.

Ah ya, seperti yang saya bilang "sekali saja" memang benar-benar hanya sekali. Itu pertama kalinya saya merasa harus benar, dan itu juga kali terakhir.

"I pour my aching heart to a pop song, I couldn't get a hang of poetry.
Be cruel to me cause I'm a fool for you."


Sent from my iPhone

Comments

Popular posts from this blog

UTS Special: Comforting Sounds Mixtape

Besok uts PRD dan sempet-sempetnya posting ginian meheheh gara-gara udah cabut demi belajar prd+mat tadi siang supaya malemnya bisa hearing, terus hearingnya di cancel *ba dum tss*. So let's just make it quick, and these are the list of songs you wish to hear in this most hectic period of the semester, enjoy! Happy (Pharrell Williams) Sulit untuk nggak senyum atau minimal nodding your head setiap kali denger lagu ini, yang selalu ngingetin kita untuk merasa senang ditambah campaign 24hoursofhappiness.com yang uber-awesome! Clap along if you know what happiness is to you :):) Með Suð Í Eyrum (Sigur Ros) Biarpun Sigur Ros udah ngeluarin dua album setelah album ini (yang bau-bau dark semua emang), sampai kapan pun lagu ini dan Gobbledigook bakal selalu jadi Sigur Ros' most cheerful songs. This song will always be your ice cream under the too shiny sun. This Too Shall Pass (OK Go) Pertemuan gue dengan lagu ini adalah waktu lagi ke mcd hampir tengah malem setelah ha...

Is this it?

Have you ever did a real bad thing in your life and live with a constant guilt afterwards, that you thought every single bad thing that keeps happening to you is just the way of universe punishing you -and that you deserve every tiny part of the pain? I can't really recall when was the first time I start living with this horrible mindset weighing me, but it does took me months of repetitive small unnecessary breakdowns to finally losing it last night and cry the shit out over The Strokes' Is This It -alone in my hotel room, thinking I am so done with universe punishing me and shit. I snapped last night and when I was finally too tired to continue crying, I thought to myself that maybe universe was actually never that evil, maybe I did this to myself, maybe the things that break me are just a product of my own belief -believing that I need to suffer from every cosmic surprise that went south from my own expectation and immediately perceiving it as another form of life punishme...